Cari

Senin, 10 Juni 2013

materi indonesia SPOK

1. Pengantar
Makalah ini merupakan salah satu upaya untuk membantu pemahaman mengenai kalimat
dalam bahasa Indonesia, khususnya kalimat yang dipakai dalam penulisan karya ilmiah.
Penyajian materi dalam makalah ini tidak bersifat teoretis, tetapi bersifat praktis, melalui
pembahasan sejumlah contoh untuk lebih mempermudah pemahaman tentang bagaimana
struktur kalimat yang baik dan benar dalam bahasa Indonesia.
2. Kalimat
Dalam berbahasa, baik secara lisan maupun tulis, kita sebenarnya tidak mengunakan
kata-kata secara lepas. Akan tetapi, kata-kata itu terangkai mengikuti aturan atau kaidah yang
berlaku sehingga terbentuklah rangkaian kata yang dapat mengungkapkan gagasan, pikiran, atau
perasaan. Rangkaian kata yang dapat mengungkapkan gagasan, pikiran, atau perasaan itu
dinamakan kalimat.
3. Pola Dasar Kalimat Bahasa Indonesia
Kalimat yang kita gunakan sesungguhnya dapat dikembalikan ke dalam sejumlah kalimat
dasar yang sangat terbatas. Dengan perkataan lain, semua kalimat yang kita gunakan berasal dari
beberapa pola kalimat dasar saja. Sesuai dengan kebutuhan kita masing-masing, kalimat dasar
tersebut kita kembangkan, yang pengembangannya itu tentu saja harus didasarkan pada kaidah
yang berlaku. Pola dasar kalimat bahasa Indonesia adalah sebagai berikut.
3.1 Kalimat Dasar Berpola S P
Kalimat dasar tipe ini memiliki unsur subjek dan predikat. Predikat kalimat untuk tipe ini
dapat berupa kata kerja, kata benda, kata sifat, atau kata bilangan. Misalnya:
(1) Mereka / sedang berenang.
S P (kata kerja)
(2) Ayahnya / guru SMA.
S P (kata benda)

(3) Gambar itu / bagus.
S P (kata sifat)
(4) Peserta penataran ini / empat puluh orang.
S P (kata bilangan)
3.2 Kalimat Dasar Berpola S P O
Kalimat dasar tipe ini memiliki unsur subjek, predikat, dan objek. Misalnya:
(5) Mereka / sedang menyusun / karangan ilmiah.
S P O
3.3 Kalimat Dasar Berpola S P Pel.
Kalimat dasar tipe ini memiliki unsur subjek, predikat, dan pelengkap. Misalnya:
(6) Anaknya / beternak / ayam.
S P Pel.
3.4 Kalimat Dasar Berpola S P O Pel.
Kalimat dasar tipe ini memiliki unsur subjek, predikat, objek, dan pelengkap. Misalnya:
(7) Dia / mengirimi / saya / surat.
S P O Pel.
3.5 Kalimat Dasar Berpola S P K
Kalimat dasar tipe ini memiliki unsur subjek, predikat, dan keterangan. Misalnya:
(8) Mereka / berasal / dari Surabaya.
S P K
3.6 Kalimat Dasar Berpola S P O K
Kalimat dasar tipe ini memiliki unsur subjek, predikat, objek, dan keterangan. Misalnya:
(9) Kami / memasukkan / pakaian / ke dalam lemari.
S P O K
4. Kalimat yang Baik dan Benar
Kalimat yang benar adalah kalimat yang sesuai dengan aturan atau kaidah yang berlaku,
baik yang berkaitan dengan kaidah tata bunyi (fonologi), tata bahasa, kosakata, maupun ejaan.
Sementara itu, kalimat yang baik adalah kalimat yang efektif, yaitu kalimat yang dapat
menyampaikan pesan/informasi secara tepat. Perhatikan kedua contoh kalimat berikut ini.
(10) Dia mencarikan pekerjaan untuk saya.
(11) Kucing itu telah wafat dengan sukses.

Kata kerja mencarikan tergolong kata kerja benefaktif, dalam arti, pekerjaan tersebut
dilakukan untuk orang lain. Oleh karena itu, kata kerja tersebut harus diikuti oleh objek yang
berupa orang sehingga susunan yang benar untuk kalimat (10) adalah Dia mencarikan saya
pekerjaan. Akan tetapi, walaupun tidak memenuhi syarat sebagai kalimat yang benar, kalimat
(10) dapat dikatakan sebagai kalimat yang baik karena dapat menyampaikan pesan/informasi.
Sebaliknya, kalimat (11) tergolong kalimat yang benar karena telah memenuhi kaidah tata
bahasa (ada subjek, predikat, dan keterangan), tetapi tidak dapat menyampaikan pesan secara
efektif. Orang akan bertanya-tanya, mengapa untuk kucing digunakan kata wafat, dan mengapa
kata wafat diberi keterangan sukses.
Berkaitan dengan karya ilmiah, kalimat-kalimat yang digunakan dalam penulisan karya
ilmiah haruslah kalimat yang baik dan benar. Artinya, kalimat-kalimatnya harus disusun sesuai
dengan kaidah yang berlaku, serta harus dapat menyampaikan pesan/informasi secara tepat.
Berikut ini dipaparkan beberapa ciri kalimat yang baik dan benar.
4.1 Kalimat Memiliki Subjek yang Jelas
Berdasarkan kaidah tata bahasa, kalimat harus memiliki subjek yang jelas. Jika subjek
tidak ada atau tidak jelas, berarti kalimat tersebut tidak memenuhi kriteria sebagai kalimat yang
benar. Pada kenyataannya, banyak dijumpai kalimat yang subjeknya tidak jelas. Ketidakjelasan
subjek tersebut pada umumnya terjadi karena subjek didahului oleh kata depan. Hal tersebut
dapat dilihat pada contoh berikut.
(12) Untuk pengumpulan data menggunakan teknik observasi dan wawancara.
(13) Di desa yang kami teliti memerlukan tambahan Puskesmas.
(14) Dalam masyarakat Jawa mengenal sistem religi.
Pada kalimat (12), sebenarnya subjeknya adalah pengumpulan data. Akan tetapi, subjek
tersebut tidak jelas karena didahului oleh kata depan untuk. Agar subjek kalimat di atas jelas,
kata depan untuk harus dihilangkan sehingga kalimatnya menjadi seperti berikut.
(12a) Pengumpulan data / menggunakan / teknik observasi dan wawancara.
S P O
Perbaikan dengan cara lain dapat dilakukan, yaitu dengan tetap mempertahankan kata
depan untuk, tetapi predikatnya harus diubah menjadi kata kerja pasif, yaitu digunakan. Dengan
cara seperti itu, untuk pengumpulan data berfungsi sebagai keterangan, digunakan sebagai

predikat, dan teknik observasi dan wawancara sebagai subjek. Jadi, kata depan boleh saja
terletak di awal kalimat asalkan kata depan tersebut merupakan bagian dari keterangan, bukan di
depan subjek. Perhatikan kalimat perbaikan berikut ini.
(12b) Untuk pengumpulan data / digunakan / teknik observasi dan wawancara.
K P S
Cara lain yang dapat ditempuh untuk memperbaiki kalimat (12) di atas adalah dengan
cara menambahkan unsur yang dapat berfungsi sebagai subjek, misalnya kata peneliti, penulis,
kami, atau mereka, di depan predikat menggunakan.
(12c) Untuk pengumpulan data /peneliti /menggunakan /teknik observasi dan wawancara.
K S P O
Berdasarkan uraian yang telah dikemukakan, kalimat (13) dan (14) di atas secara
berturut-turut dapat diperbaiki menjadi seperti berikut.
(13a) Desa yang kami teliti / memerlukan / tambahan Puskesmas.
S P O
(13b) Di desa yang kami teliti / diperlukan / tambahan Puskesmas.
K P S
(14a) Masyarakat Jawa / mengenal / sistem religi.
S P O
(14b) Dalam masyarakat Jawa / dikenal / sistem religi.
K P S
Contoh lain yang memperlihatkan ketidakjelasan subjek adalah sebagai berikut.
(15) Berdasarkan hasil rapat memutuskan bahwa penerimaan pegawai baru dapat
dilakukan secara bertahap.
Subjek kalimat di atas sebenarnya adalah hasil rapat, tetapi subjek tersebut menjadi tidak
jelas karena penggunaan kata depan berdasarkan di depan subjek. Dengan demikian, supaya
subjek kalimat di atas jelas, kata depat berdasarkan harus dihilangkan sehingga kalimatnya
menjadi seperti berikut.
(15a) Hasil rapat / memutuskan / bahwa penerimaan pegawai baru dapat dilakukan ….
S P O
Cara lain untuk memperbaiki kalimat di atas adalah dengan cara tetap mempertahankan
kata depan berdasarkan di awal kalimat, tetapi perkataan memutuskan bahwa harus dihilangkan.
Dengan demikian, kalimatnya akan menjadi seperti berikut.
(15b) Berdasarkan hasil rapat,/penerimaan pegawai baru/dapat dilakukan/secara bertahap.
K S P K

4.2 Kalimat Memiliki Predikat yang Jelas
Selain harus memiliki subjek, kalimat juga harus memiliki predikat. Berikut adalah
contoh kalimat yang tidak berpredikat.
(16) Untuk mendapatkan data yang valid, peneliti harus ke lapangan.
(17) Penelitian ini untuk memperoleh data tentang penghidupan masyarakat nelayan.
Kalimat (16) di atas tidak berpredikat. Untuk memperbaiki kalimat tersebut, di belakang
kata harus perlu ditambahkan kata kerja, misalnya pergi atau terjun, yang akan berfungsi sebagai
predikat. Perhatikan kalimat perbaikan berikut ini.
(16a) Untuk mendapatkan data yang valid, / peneliti / harus pergi / ke lapangan.
K S P K
(16b) Untuk mendapatkan data yang valid, / peneliti / harus terjun / ke lapangan.
K S P K
Demikian pula halnya dengan kalimat (17), di belakang subjek penelitian ini perlu
ditambahkan kata dilakukan atau dilaksanakan yang akan berfungsi sebagai predikat.
(17a) Penelitian ini dilakukan/dilaksanakan untuk memperoleh data tentang penghidupan
masyarakat nelayan.
Ketidakadaan predikat sebuah kalimat dapat pula disebabkan oleh pemakaian kata yang
yang bukan pada tempatnya. Hal itu dapat dilihat pada contoh berikut.
(18) Gedung bertingkat itu yang mengganggu lalu lintas penerbangan.
Kata kerja mengganggu pada contoh (18) tidak dapat berfungsi sebagai predikat karena
didahului kata yang. Dengan demikian, pernyataan tersebut bukan kalimat karena tidak memiliki
predikat. Untuk memperbaiki contoh (18), kata yang di depan kata kerja mengganggu harus
dihilangkan sehingga kata mengganggu berfungsi sebagai predikat. Perhatikan kalimat perbaikan
berikut ini
(18a) Gedung bertingkat itu / mengganggu / lalu lintas penerbangan.
S P O
4.3 Bagian Kalimat Majemuk tidak Dipenggal
Dalam pemakaian bahasa sering ditemukan adanya bagian kalimat majemuk yang ditulis
terpisah dari bagian sebelumnya. Misalnya:
(19) Para peserta penataran datang terlambat. Sehingga mereka tidak dapat mengikuti

acara pembukaan.
(20) Dalam penelitian ini tidak semua data dapat dikumpulkan. Karena lokasi penelitian
sulit dijangkau kendaraan.
(21) Data primer adalah data yang diperoleh di lapangan. Sedangkan data sekunder
adalah data yang diperoleh melalui bahan-bahan kepustakaan.
Konjungsi atau kata sambung sehingga (19), karena (20), dan sedangkan (21) merupakan
konjungsi intrakalimat. Konjungsi tersebut berfungsi menghubungkan bagian-bagian di dalam
sebuah kalimat, bukan menghubungkan kalimat yang satu dengan kalimat yang lain. Sebagai
bagian kalimat, unsur yang diawali oleh konjungsi tersebut tidak dapat berdiri sendiri sebagai
kalimat. Dengan demikian, bagian kalimat yang diawali oleh konjungsi tersebut harus ditulis
serangkai dengan bagian sebelumnya, yaitu menjadi seperti berikut.
(19a) Para peserta penataran datang terlambat sehingga mereka tidak dapat mengikuti
acara pembukaan.
(20a) Dalam penelitian ini tidak semua data dapat dikumpulkan karena lokasi penelitian
sulit dijangkau kendaraan.
(21a) Data primer adalah data yang diperoleh di lapangan, sedangkan data sekunder
adalah data yang diperoleh melalui bahan-bahan kepustakaan.
Untuk kalimat (20a), jika bagian kalimat yang diawali konjungsi itu ingin lebih
ditonjolkan atau dipentingkan, bagian kalimat tersebut dapat saja ditempatkan pada awal kalimat,
yaitu menjadi seperti berikut.
(20b) Karena lokasi penelitian sulit dijangkau kendaraan, dalam penelitian ini tidak
semua data dapat dikumpulkan.
4.4 Kalimat Disusun secara Padu
Yang dimaksud dengan kepaduan dalam kalimat adalah adanya hubungan timbal balik
yang baik dan jelas di antara unsur-unsur (kata atau kelompok kata) yang membentuk kalimat
tersebut. Kepaduan dalam kalimat akan rusak karena salah menempatkan kata depan (tentang,
mengenai, akan). Kepaduan juga akan rusak karena salah menempatkan kata keterangan aspek
(sudah, telah, akan) atau keterangan modalitas (harus, boleh, ingin) pada kalimat pasif. Hal
tersebut dapat dilihat pada contoh berikut.
(22) Kami akan membicarakan tentang sistem pendidikan di Indonesia.

(23) Laporan ini saya harus perbaiki secepatnya.
(24) Kita telah bahas masalah tersebut dalam diskusi kita bulan lalu.
Kalimat (22) tidak padu karena antara kata kerja transitif membicarakan dan objeknya
sistem pendidikan di Indonesia disisipkan kata depan tentang. Untuk menjaga kepaduan, kata
depan tentang pada kalimat tersebut harus dihilangkan. Cara lain untuk memperbaiki kalimat
tersebut adalah kita tetap mempertahankan kata depan tentang, tetapi kata kerjanya diubah
menjadi berbicara.
Kalimat (23) dan (24) adalah kalimat pasif dengan penanggalan awalan me(N): perbaiki
(23) dan bahas (24). Dalam kedua kalimat pasif tersebut, antara pelaku dan kata kerjanya tidak
boleh disisipkan unsur lain. Jadi, untuk menjaga kepaduan, keterangan modalitas harus pada (23)
dan keterangan aspek telah (24) harus dipindahkan ke depan pelaku. Ketiga kalimat di atas dapat
diperbaiki menjadi seperti berikut.
(22a) Kami akan membicarakan sistem pendidikan di Indonesia.
(22b) Kami akan berbicara tentang sistem pendidikan di Indonesia.
(23a) Laporan ini harus saya perbaiki secepatnya.
(24a) Telah kita bahas masalah tersebut dalam diskusi kita bulan lalu.
4.5 Kalimat Memiliki Bentuk-bentuk yang Sejajar (Paralel)
Kesejajaran bentuk berarti pengungkapan gagasan-gagasan yang sama fungsinya ke
dalam suatu bentuk atau struktur yang sama pula. Bila salah satu gagasan dinyatakan dalam
bentuk kata benda, gagasan lain yang memiliki fungsi yang sama dinyatakan dalam bentuk kata
benda pula.
Bentuk-bentuk kata yang sejajar dalam sebuah kalimat memperlihatkan pikiranpikiran/
gagasan-gagasan yang sejajar pula. Kesejajaran antara pikiran/gagasan dan bentuk
bahasa yang dipakai dapat mempermudah pembaca untuk memahami makna kalimat. Perhatikan
contoh kalimat berikut ini.
(25) Kegiatan yang telah kami lakukan adalah mengumpulkan informasi, pencarian
bahan bacaan, dan menyusun rancangan.
(26) Tahap akhir penelitian ini adalah penyusunan laporan dan menyerahkan hasil
penelitian.

Pada kalimat (25) terdapat tiga unsur yang sama fungsinya, yaitu mengumpulkan
informasi, pencarian bahan bacaan, dan menyusun rancangan. Akan tetapi, ketiga unsur
tersebut tidak dinyatakan melalui bentuk-bentuk yang sejajar. Pada kalimat (26), unsur
penyusunan laporan dan menyerahkan hasil penelitian juga tidak memperlihatkan kesejajaran
bentuk. Dengan demikian, kalimat (25) dan (26) di atas tidak memiliki kesejajaran atau
keparalelan. Supaya memperlihatkan kesejajaran, kedua kalimat tersebut dapat diperbaiki
menjadi seperti berikut.
(25a) Kegiatan yang telah kami lakukan adalah mengumpulkan informasi, mencari bahan
bacaan, dan menyusun rancangan.
(25b) Kegiatan yang telah kami lakukan adalah pengumpulan informasi, pencarian
bahan bacaan, dan penyusunan rancangan.
(26a) Tahap akhir penelitian ini adalah menyusun laporan dan menyerahkan hasil
penelitian.
(26b) Tahap akhir penelitian ini adalah penyusunan laporan dan penyerahan hasil
penelitian.
4.6 Susunan Kalimat dengan Kata-kata yang Hemat
Untuk menjaga kehematan, kata, kelompok kata, atau bentuk lain yang tidak diperlukan
sebaiknya dihilangkan. Ada beberapa cara yang dapat ditempuh untuk mempertahankan
kehematan.
(a) Tidak mengulang subjek yang sama dalam kalimat majemuk
(27) Setelah makalah ini diperbaiki, makalah ini akan segera dipresentasikan.
(28) Surat ini harus ditandatangani terlebih dahulu sebelum surat ini dikirimkan.
Subjek induk kalimat dan subjek anak kalimat pada (27) sama, yaitu makalah ini.
Demikian juga halnya dengan kalimat (28), induk kalimat dan anak kalimatnya memiliki subjek
yang sama, yaitu surat ini. Untuk menjaga kehematan, subjek yang sama tersebut cukup
disebutkan satu kali. Perlu diperhatikan bahwa subjek yang harus dihilangkan adalah subjek
yang terdapat pada anak kalimat. Perhatikan kalimat perbaikan berikut ini.
(27a) Setelah diperbaiki, makalah ini akan segera dipresentasikan.
(28a) Surat ini harus ditandatangani terlebih dahulu sebelum dikirimkan.

(b) Tidak menjamakkan kata yang bermakna jamak
(29) Banyak kata-kata bahasa Indonesia yang berasal dari bahasa asing.
(30) Seluruh surat-surat yang dikumpulkannya dapat dijadikan bukti bahwa dia tidak
bersalah.
Kata banyak dan seluruh sudah bermakna jamak. Oleh karena itu, kata benda yang
mengikutinya tidak perlu diulang atau dijamakkan lagi. Pengulangan kata benda dapat dilakukan
jika kata yang bermakna jamak yang mendahuluinya tidak dipakai. Perhatikan kalimat perbaikan
berikut ini.
(29a) Banyak kata bahasa Indonesia yang berasal dari bahasa asing.
(30a) Seluruh surat yang dikumpulkannya dapat dijadikan bukti bahwa dia tidak
bersalah.
(30b) Surat-surat yang dikumpulkannya dapat dijadikan bukti bahwa dia tidak brsalah.
(c) Menghilangkan bentuk yang bersinonim
(31) Tulisannya sangat rapi sekali.
(32) Dia bekerja keras demi untuk menghidupi anak dan istrinya.
Untuk menjaga kehematan, sebaiknya kita memilih salah satu dari kata-kata yang dicetak
miring tersebut, yaitu:
(31a) Tulisannya sangat rapi.
(31b) Tulisannya rapi sekali.
(32a) Dia bekerja keras demi menghidupi anak dan istrinya.
(32b) Dia bekerja keras untuk menghidupi anak dan istrinya.
(d) Menghilangkan kata superordinat pada kata yang merupakan hiponiminya
(34) Kami berlangganan surat kabar Kompas.
(35) Dia mengenakan baju berwarna kuning.
Surat kabar dan berwarna masing-masing merupakan superordinat dari Kompas dan
kuning. Jadi, kedua kata tersebut, yaitu surat kabar dan berwarna tidak perlu disebutkan.
(34a) Kami berlangganan Kompas.
(35a) Dia mengenakan baju kuning.
(e) Menghilangkan kata saling pada kata kerja resiprokal
(36) Kedua pemuda yang sedang berkelahi itu saling pukul-memukul.
10
Kata kerja resiprokal adalah kata kerja yang dilakukan oleh dua orang atau dua puhak
secara berbalasan. Karena dilakukan oleh dua pihak secara berbalasan, pada kata kerja tersebut
sudah terkandung makna saling. Pukul-memukul sama artinya dengan saling memukul. Dengan
demikian, jika kita memakai kata kerja resiprokal pukul-memukul, kata saling tidak perlu
dipakai. Akan tetapi, jika kita akan memakai kata saling, kata pukul-memukul kita ubah menjadi
memukul. Perhatikan kalimat perbaikan berikut ini.
(36a) Kedua pemuda yang sedang berkelahi itu pukul-memukul.
(36b) Kedua pemuda yang sedang berkelahi itu saling memukul.
Berkaitan dengan kehematan ini, unsur-unsur tertentu yang merupakan bagian dari
ungkapan idiomatik sebaiknya tidak dihilangkan. Ungkapan idiomatik yang unsur-unsurnya
tidak boleh dihilangkan itu antara lain bergantung pada, terdiri atas, sesuai dengan, sejalan
dengan, berkaitan dengan, dibandingkan dengan, serta sehubungan dengan.
4.7 Susunan Kalimat dengan Ketunggalan Arti (Tidak Ambigu)
Bahasa formal dan ilmiah mensyaratkan ketunggalan arti. Dengan demikian, kita harus
secara saksama mempertimbangkan setiap kata, kelompok kata, atau kalimat yang akan kita
pakai agar pembaca memahami hal yang kita ungkapkan persis seperti yang kita maksudkan.
Perhatikan contoh-contoh berikut ini.
(37) Mereka mengeluarkan botol bir dari dapur yang menurut hasil penelitian berisi
cairan racun.
(38) Pria dan wanita yang memakai pita akan mengikuti lomba balap karung.
Pada kalimat (37), apa yang berisi cairan racun itu, botol bir atau dapur? Jika yang berisi
cairan racun itu botol bir, kalimat tersebut sebaiknya diperbaiki strukturnya menjadi seperti
berikut.
(37a) Dari dapur, mereka mengeluarkan botol bir yang menurut hasil penelitian berisi
cairan racun.
Pada kalimat (38), siapa yang memakai pita itu, wanita saja atau wanita dan pria? Jika
yang memakai pita itu hanya wanita, struktur kalimat tersebut perlu diubah menjadi seperti
berikut.
(38a) Wanita yang memakai pita dan pria akan mengikuti lomba balap karung.

4.8 Susunan Kalimat harus Logis
Kalimat di dalam karya ilmiah harus gramatikal atau sesuai dengan kaidah tata bahasa. Di
samping harus gramatikal, kalimat juga harus logis, dalam arti, harus mengandung penalaran
atau logika yang baik atau dapat diterima oleh akal sehat. Contoh berikut memperlihatkan
ketidaklogisan penalaran.
(39) Pembangunan jembatan yang diperkirakan menghabiskan dana sekitar dua miliar itu
akan dibangun tahun depan.
(40) Dengan memanjatkan puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, makalah ini
selesai penulis susun.
Pada contoh (39), subjek kalimatnya adalah pembangunan jembatan yang diperkirakan
menghabiskan dana dua miliar itu dan predikatnya adalah akan dibangun. Pertanyaan yang
segera muncul adalah mungkinkah pembangunan itu dibangun? Jawabannya tentu saja tidak
karena pembangunan itu lazimnya dilaksanakan, dilakukan, atau dimulai, bukan dibangun.
Dengan demikian, dari segi penalaran ada kejanggalan dalam kalimat tersebut. Kalimat tersebut
dapat diperbaiki menjadi seperti berikut.
(39a) Pembangunan jembatan yang diperkirakan menghabiskan dana sekitar dua miliar
itu akan dilaksanakan/dilakukan/dimulai tahun depan.
Kalimat (40) dikatakan tidak logis karena tidak mungkin dengan mengucapkan puji
syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, suatu pekerjaan, termasuk menyusun makalah, dapat
diselesaikan. Segala sesuatu yang ada di dunia ini dapat terjadi atau tidak terjadi apabila
dikehendaki oleh Tuhan. Segala sesuatu ada atau tidak ada karena kehendak-Nya. Dengan
demikian, supaya kalimat (40) menjadi logis, yang dapat diterima oleh akal sehat, kalimat
tersebut dapat diubah menjadi seperti berikut.
(40a) Puji dan syukur penulis panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa karena atas
kehendak-Nya makalah ini dapat diselesaikan.
Contoh kalimat lain yang memperlihatkan ketidaklogisan penalaran adalah sebagai
berikut.
(41) Kontraktor tidak jadi memilih lokasi tersebut karena sering kebanjiran.
(42) Hadiah itu dititipkannya kepada petugas tata usaha karena tidak bertemu dengan
kepala sekolah.

Kalimat (41) dan (42) di atas merupakan kalimat majemuk bertingkat. Pada kedua
kalimat tersebut, anak kalimatnya tidak memiliki subjek: karena sering kebanjiran (41) dan
karena tidak bertemu dengan kepala sekolah (42). Pada pembahasan di muka dijelaskan bahwa
jika subjek induk kalimat sama dengan subjek anak kalimat, subjek anak kalimat tidak perlu
disebutkan, demi kehematan. Jadi, jika subjek anak kalimat tidak disebutkan berarti subjek anak
kalimat tersebut sama dengan subjek induk kalimat. Berdasarkan pertimbangan tersebut, jika
subjek anak kalimat pada kedua contoh di atas dimunculkan, akan terdapat struktur sebagai
beriikut:
(41) *Kontraktor tidak jadi memilih lokasi tersebut karena (kontraktor) sering
kebanjiran
(42) *Hadiah itu dititipkannya kepada petugas tata usaha karena (hadiah itu) tidak
bertemu dengan kepala sekolah.
Pertanyaan yang segera muncul adalah mungkinkah kontraktor sering kebanjiran, dan
mungkinkah hadiah itu tidak bertemu dengan kepala sekolah? Ketidaklogisan penalaran
pada kedua contoh tersebut terjadi karena pembuat kalimat salah menghilangkan unsur kalimat.
Penghilangan unsur kalimat dapat dilakukan apabila unsur-unsur kalimat tersebut memiliki
fungsi yang sama, dalam hal ini sama-sama berfungsi sebagai subjek. Akan tetapi, jika unsurunsur
kalimat yang sama tersebut memiliki fungsi yang berbeda, atau jika subjek diisi oleh unsur
bahasa yang berbeda, penghilangan salah satu unsur tidak dapat dilakukan. Jadi, kedua kalimat di
atas dapat diperbaiki menjadi seperti berikut.
(41a) Kontraktor tidak jadi memilih lokasi tersebut karena lokasi tersebut sering
kebanjiran.
(41b) Lokasi tersebut tidak jadi dipilih oleh kontraktor karena sering kebanjiran.
(42a) Hadiah itu dititipkannya kepada petugas tata usaha karena dia tidak bertemu
dengan kepala sekolah.
(42b) Dia menitipkan hadiah itu kepada petugas tata usaha karena tidak bertemu dengan
kepala sekolah.

5. Penutup
Bahasa bukan sekadar alat komunikasi, tetapi bahasa itu bersistem. Dengan demikian,
dalam berbahasa, kita bukan sekadar asal mengerti, tetapi perlu menaati kaidah atau aturan yang
berlaku.
Kalimat-kalimat yang digunakan dalam ragam formal, apalagi dalam penulisan karya
ilmiah, haruslah kalimat yang baik dan benar. Artinya, kalimat-kalimatnya harus disusun sesuai
dengan kaidah yang berlaku, serta harus dapat menyampaikan pesan/informasi secara tepat.

Jumat, 25 Januari 2013

Kumpulan Kata-Kata Nasehat Lucu, he

Kumpulan Kata-Kata Nasehat Lucu, Humor - Sudah jam 12 malam mata belum mau tertidur, admin benteng id mencoba mencari hiburan di google, ternyata eh ternyata benteng id menemukan beberapa kata-kata nasehat yang lucu, lumayan bisa bikin ngakak.. (kwkwkwkwkw), ahh berbicara mengenai kata-kata nasehat, sangat-sangat berhubungan dengan ungkapan kehidupan yang baik, untuk meningkatkan kepercayaan diri, tapi lain halnya dengan tulisan Benteng idi kali ini. karena kata-kata nasehat ini bersifat humor bin lucu saja, dan tidak boleh dicontoh.. hehehe, tapi sebelumnya sebelum melanjutkan membaca kata-kata nasehat yang lucu ada baiknya sahabat-sahabat membaca tulisan benteng id yang tidak kalah lucunya juga.. kalau mau cikidottt aja dehhh..
------------------------------------------------------------------------------------------------------------
------------------------------------------------------------------------------------------------------------
1. Lebih baik wajah preman tapi hati beriman, daripada wajah sekuriti tapi hati hello kitty.

2. Tak perlu Anda mencotek siapapun, karena jika anda suka mencontek, anda akan dimarahi guru.

3. Apa pun yang ingin Anda kerjakan, lakukan sekarang. karena besok mungkin anda ketiduran.

4. Jalani hidup apa adanya, jalani cinta ada apanya, dan jangan berjalan tanpa apa2.

5. Jika dia memilih untuk meninggalkanmu, katakan padanya "lebih cepat lebih baik".

6. Kita tidak sendirian dalam gelap, makanya cepatlah berlari ke tempat yg lebih terang.

7. Dalam kerendahan hati ada ketinggian budi. dalam ketinggian budi ada kependekan joko.

8. Jgn menunggu waktu yg tepat tuk ungkapkan cinta, karena cinta bisa diungkapkan kapan saja, dimana saja, dan oleh siapa saja.

9. Kesalahan adalah pengalaman hidup, pengalaman adalah pelajaran yg berharga, jadi sering-seringlah berbuat salah.

10. Jangan mencoba tuk menjadi sempurna. karena sempurna hanya milik andra and the backbone

11. Jika dia tak bisa menerima kekuranganmu, kamu tidak usah berbaik hati menerima kekurangannya..

12. Jangan berubah hanya karena cinta. karena yg bisa berubah itu hanya superhero.

13. Merokok itu urusan pribadi, tp merokok di ruang publik urusan publik, jadi hati2lah dalam merokok.

14. Peraturannya sederhana: Jika dia tak membuatmu lebih baik tapi lebih buruk, biarkan dia tinggal, tapi kamu harus pergi.

15. Carilah orang-orang hebat yang baik dan produktif dan berusahalah untuk jadi pembantunya.

16. Cinta bisa membuat bahagia, cinta juga bisa membuatmu terluka. Makanya jangan bermain cinta.

17. Mantan pacar itu adalah ucapan yang diperhalus dari kata "bekas".

18. Lebih baik mengerti sedikit dari pada tidak mengerti, lebih baik tidak mengerti dari pada salah mengerti.

19. Berucaplah dengan kata yang manis, walaupun yang kau ucapkan itu adalah sebuah kebohongan.

20. Jika kamu gagal mendapatkan sesuatu, hanya satu halyang harus kamu lakukan, apa itu? Tanyakan pada pak dukun.

21. Jangan biarkan orang lain menghalangimu tuk mengejar impianmu. Kalo ada yg berani tabok aja..

22. wanita itu mengingat terlalu banyak, pria itu mlupakan terlalu cepat. waria mengingat tdk banyak& tdk gampang melupakan.

23. Kelebihan lelaki: Bebas milih wnta yg mrka suka. Kelebihan wanita: Bebas nolak laki2 yg tdk disukainya.

24. Persahabatan seperti kencing dicelana Anda, setiap org dpt melihatnya, ttp hanya Anda yg bisa merasakan kehangatannya.

25. Masa depan itu bagaimana nanti, masa depan itu nantibagaimana jadi bingung.

26. Single itu prinsip, jomblo itu nasib.

27. Ktika masih sekolah, "Rajin Pangkal Pandai". sdah bekerja kuyakini, "Hemat Pangkal Kaya". Stelah menikah kurasakan, "Nikmatnya Pangkal Paha"

28. bersatu kita teguh, bertujuh kita bikin BOYBAND.

29. Sedikit demi sedikit lama-lama menjadi bukit,awalnya cuma cubit-cubit lama-lama bikin jerit-jerit.

30. Janganlah engkau MENGARUNGI LAUTAN, percuma deh, krn KARUNG memang lebih cocok utk beras.

31. Janganlah engkau MEMBERITAHU orang yg brtanya, krn org itu mngkin sukanya makan TEMPE.

32. Janganlah engkau MENGURUSI TEMAN, karena belum tentu temanmu ingin berbadan KURUS.

33. Janganlah engkau MENYUMBANGKAN LAGU, karena LAGU yg SUMBANG tentu tdk enak didengar.

34. Janganlah engkau MEMBALAS BUDI, krn blm tentu BUDI yg melakukannya.

35. Janganlah engkau MENIMBA PENGETAHUAN, krn di dlmsumur tdk ada PENGETAHUAN.

36. Janganlah engkau MENUNTUT ILMU, krn pd dasarnya ILMU itu tdk bersalah.

37. Disini gunung.Disana gunung, Di tengah-tengahnya ada kembang kamboja, Kamu bingung Saya pun bingung, Kenapa ada kembang kamboja.

38. Jk anda dilempar batu oleh seseorang, jgnlah melempar balik kpdnya. Balaslah dgn lempar bunga kpdnya. Tp usahakan potnya ikut terlempar.

39. Ingin hati memegang gunung, tapi apa daya milik tetangga.

40. Sayang. tadi pagi aku tidak bisa makan krn merindukan kmu, siang jg tidak makan krn memikirkan kamu, & malamnya aku tdk bsa tidur krn kelaparan.

Senin, 21 Januari 2013

Kata Kata Motivasi Kehidupan

- Kata Motivasi merupakan kata kata yang mampu membuat kita semangat dalam mengarungi kehidupan yang selalu membuat kita tersadar dan selalu berusaha lebih baik dari sebelumnya. Manusia hidup tentunya mengharapkan sebuah peraihan terhadap apa yang diinginkannya. Jalan terjal yang kadang terbentang menuju peraihan tersebut membuat manusia berkecil hati, mengkerdilkan diri, dan mengubah impiannya menjadi sesuatu yang maha besar, yang tak mungkin digapainya. Dalam kondisi demikian, manusia membutuhkan adanya motivasi, baik dari diri sendiri maupun dari orang lain. Untuk itu Anda bisa membaca beberapa kumpulan kata motivasi hidup berikut ini :


kata motivasi hidup



Kata Motivasi Hidup

Jangan mengeluh masalahmu. Jika kamu merasa bebanmu lebih BERAT daripada yg lain, itu karena Tuhan melihatmu lebih KUAT daripada yang lain.
Tuhan takkan pernah membiarkan dirimu terluka, Dia hanya ingin kamu belajar dari segala masalah. Percayalah padaNya.

Doaku pagi ini: Tuhan, beri aku kekuatan tuk bisa melalui hari ini, tuk menghadapi segala masalah yang kutahu hanya buatku dewasa.

Terkadang satu-satunya cara tuk menyelesaikan masalahmu adalah dgn membenarkan cara pandangmu, bkn masalahmu.

Mencari siapa yg salah takkan selesaikan masalah. Berdiskusi dan kerja sama, maka kamu dan dia mampu selesaikan segalanya.

Ketika amarah memuncak, bersabar adalah pilihan terbaik. Marah tidak menyelesaikan masalah, dan mengalah bukan berarti kalah.

Jangan berpikir kamu JATUH karena masalah yg diberikan Tuhan, karena sebenarnya Tuhan hanya menginginkanmu belajar BERDIRI.

Amarah adalah cara termudah membuat masalah. Bersabar adalah salah satu cara agar terhindar dari masalah.

Masalah adalah ujian pendewasaan. Jadi tidak ada alasan menyalahkan orang lain. Benahi diri sendiri dan jadi pribadi yang dewasa.

Ketika masalah datang menghampiri, itu artinya Tuhan menyayangi, bukan membenci. Tuhan hanya menguji keimanan dan kesabaran.

Sudahkah kamu tersenyum hari ini? Jangan biarkan masalah membuatmu lupa bahwa sebuah senyuman mampu meringankannya.

Tuhan melihat masalahmu, mengerti air matamu, & merasakan rasa sakitmu. Ia hanya sejauh doa-mu. -@AmandaAdriani

Selalu ada perbedaan dalam sebuah hubungan yang kadang menyebabkan masalah, tetapi juga perbedaan itu dapat menguatkan.

Seberat apapun masalah yg sedang menimpamu, tetaplah bersabar dan ikhlas. Hadapi dengan penuh tanggung jawab, pertolongan Tuhan pasti datang

Kau lbh kuat dr rasa sakitmu, lbh besar dr masalahmu, & lbh baik dr penghakiman org atasmu, selama ada Tuhan di hatimu.

Masalah terbesar pria: melupakan terlalu cepat. Masalah terbesar wanita: mengingat terlalu lama.

Jangan pernah terpuruk karena suatu masalah. Bersabar dan berdoalah, percaya, tak ada masalah yang terlalu besar bagi Tuhan.

Masalah adalah cara Tuhan tuk membuatmu dewasa, jangan lari darinya tapi hadapilah. Hanya mereka yg membuatmu bijaksana.

Ketika masalah terasa berat, cobalah tuk menghela napas panjang dan tersenyum, itu akan membersihkan pikiran dan menambah semangat.

Setiap masalah ada jalan keluarnya. Kamu mungkin tak melihatnya, namun Tuhan tahu jalan keluarnya. Yakin dan percayalah padaNya.

Masalah adalah ujian pendewasaan. Jadi tidak ada alasan untuk menyalahkan orang lain. Benahi dirisendiri dan jadi pribadi yang dewasa.

Kamu bebas memilih sikap dalam setiap masalah yang datang. Apapun pilihanmu, tetaplah menjadi dirimu sendiri.

Dibalik beratnya masalah yg dihadapi bangsa, yakinlah bahwa Tuhan tengah mempersiapkan bangsa ini menjadi bangsa besar.

Seberat apapun beban masalah yang kamu hadapi saat ini, percayalah bahwa semua itu tak pernah melebihi batas kemampuan kamu.

Ketika amarah memuncak, bersabar adalah pilihan bijak. Marah tidak menyelesaikan masalah, dan mengalah bukan berarti kalah.



The ultimate aim of ego is not to see something, but to be something. (Mohammed Iqbal).
Peraihan terpenting dalam hidup adalah menjadi sesuatu, bukan menemukan sesuatu.
The will to succeed is important, but what's more important is the will to prepare. (Bobby Knight)
Hasrat menuju kesuksesan memang penting, tetapi yang lebih penting adalah hasrat untuk mempersiapkan kesuksekan.
If you do not design your own life plan, chance you will fall into someone else's plan.. And guess what they have planned for you. Not much. (JIm Rohn).
Minimnya perencanaan terhadap apa yang terjadi pada hidup kita, hanya akan mengubah kita menjadi pengikut rencana hidup orang lain. Dan memprediksi apa yang mereka rencanakan untuk kita.
A creative man is motivated by the desire to achieve, not by desire to beat others. (Ayn Rand).
Manusia yang kreatif adalah mereka yang termotivasi oleh pencapaian, bukan oleh hasrat untuk saling melemahkan.
You don't have to be better that everybody else. You just have to be better than you ever tought you could be. Ken venturi
Anda tidak perlu menjadi makhluk yang lebih baik dari makhluk lain, anda hanya perlu membangkitkan asa dalam diri anda untuk menjadi lebih dari apa yang pernah anda bayangkan.
Do you want to know who you are? Don't ask ! Action will delineate and define you. Thomas Jefferson
Entitas hanya dapat  dideskripsikan oleh tindakan.
You are never too old to set another goal or to dream a new day. C. S. Lewis
Anda tidak akan pernah terlalu tua untuk memimpikan sesuatu dan mewujudkanya.
Either you run the day, or the day runs you. Jim Rohn.
Lewatilah hari, atau biarkan Ia yang melewati anda.
Expect problems and eat them for breakfast. Alfred A. Montapert
Ekspektasikan masalah yang mungkin menghampiri masa depan anda, kemudian telanlah bulat-bulat.
Learn from the past. set vivid, detailed goals for the future, and live in the only moment of time over which you have any control. Denis Waitley
Belajarlah dari masa lalu, rancang masa depan berdasarkan masa lalu tersebut, kemudian  kendalikan setiap detail dari hidup anda.
The key is to keep company only with people who uplift you, whose presence calls forth your best
Bekerja-samalah dengan orang-orang yang selalu memotivasi anda untuk menjadi individu yang lebih baik, yang selalu ada demi kebaikan anda.
To be a good loser is to learn how to win. Carl Sandburg.
Menelaah makna kekalahan adalah apabila anda sudah dapat mempelajari cara untuk menghindarinya.
You can't expect to hit the jackpot if you don't put a few nickels in the machine.Flip Wilson.
Anda HANYA dapat berharap memenagkan jackpot, jika anda tidak pernah memasukan koin ke dalam mesinnya.
Berpikirlah sebelum berbicara, karena dengan begitu, kamu akan mengurangi kesalahan pun masalah yang mungkin akan terjadi.
Masalah apapun yg menimpa kita, ikhlaslah menerimanya sebagai akibat dari kelalaian kita, jangan menyalahkan orang lain.

Tak peduli masalah apa yang kamu hadapi, jangan lupa untuk berikan dirimu sendiri sebuah penghargaan, untuk bisa lebih baik ke depan.

Masalah tak seharusnya membuatmu menyerah. Karena masalah akan menguatkanmu, jika kamu mau belajar dan mengambil hikmah.

Berpikirlah sebelum berbicara, karena dengan begitu, kamu akan mengurangi kesalahan pun masalah yang mungkin akan terjadi.

Amarah tdk membuat masalah lbh mudah. Air mata tdk mengembalikan yg telah hilang. Krn itu senyuman adl balas dendam terbaik.

Sabar adalah cara yg harus digunakan untuk menyelesaikan masalah apapun. Seberat apapun masalahnya, akan cepat diselesaikan dengan kesabaran

Jangan pernah lari dari masalah, mereka akan selalu mengikutimu. Hadapilah, mereka akan membuatmu menjadi pribadi yang lebih kuat.

Jangan fokus pd masalahmu. Fokus pd Tuhan yang bisa memberikan solusi untuk masalahmu.

Tak sedikit masalah timbul akibat dari salah berucap. Hati-hatilah dalam berucap, hindari penggunaan kata-kata kasar.

Ketika masalah datang menghampirimu, jangan berharap akan dimudahkan, tapi berharaplah agar kamu dikuatkan untuk menyelesaikannya.

Wanita yg kuat tdk menceritakan masalahnya kpd semua org. Ia menghadapinya dgn senyuman & berbagi hny dgn mrk yg peduli.

Solusi untuk semua masalah dalam setiap hubungan sebenarnya sama: belajar mengerti satu sama lain.

Km merasa lbh baik bukan ketika smua masalah selesai, tp ketika km berhenti mengkhawatirkan masalahmu.

Ketika kamu berpikir untuk menyerah, ingatlah, Tuhan tak akan berikan cobaan melebihi kemampuanmu, Tuhan hanya menguji kesabaranmu.

Ia yg tepat bagimu adl ia yg tdk akan menyerah padamu atau meninggalkanmu. Ia yg tahu bahwa kau layak dipertahankan.

Kadang wanita memilih tuk sendiri, bukan karena menunggu dia yg sempurna, tapi karena mereka butuh dia yg tak pernah menyerah.

Kamu pantas bersama dia yg dpt membuatmu lbh baik tnp mengubahmu mjd org lain, dia yg takkan prnh menyerah pd kekuranganmu.

Menyerah bukan berarti kamu lemah, terkadang itu hanya berarti kamu cukup kuat untuk melepas kepergian.

Merelakan bukan berarti menyerah, tapi lebih kepada menyadari dan menerima bahwa ada hal-hal yang tak bisa dipaksakan.

Hormati setiap impian yang kamu miliki. Karena dari sanalah akan terbentuk semangat untuk mewujudkan impian menjadi kenyataan.

Jangan pernah menyerah atas impianmu. Rintangan memang kadang menjatuhkanmu, namun kamu harus bangkit dan terus melangkah.

Jangan biarkan mereka yg membencimu melihatmu jatuh. Tunjukkan kemampuanmu. Jangan menyerah. Be strong, prove them wrong!

Menyerah, hal termudah tuk dilakukan. Namun tuk terus bertahan ketika semua orang mengerti jika kamu menyerah, itu KEKUATAN SEJATI.

Jangan pernah menyerah, kamu lebih berani daripada yang kamu percaya dan lebih kuat daripada yang kamu pikirkan. Semangat!


Kadang meski sangat merindukan senyum seseorang, kamu terus menyakinkan dirimu, bahwa senyummu adalah hal yg harus diutamakan.

Amarah tdk membuat mslh lbh mudah. Air mata tdk mengembalikan yg tlah berlalu. Krn itu senyuman sllu mjd pembalasan terbaik.

Ia yang mampu mengatasi air matamu adalah ia yang pantas melihat senyumanmu.

Jangan menunggu orang lain tersenyum, tunjukkan mereka caranya..

Air mata takkan membunuhmu, hny menyembuhkanmu. Rasa sakit takkan menghancurkanmu, hny menguatkanmu. Ampuni, & tersenyumlah.

Tersenyum sangatlah mudah pada saat keadaan baik. Namun tantangan sebenarnya adalah menjaga senyum itu disaat keadaan memburuk.
Bekerja keras tanpa ilmu sama saja kosong, Punya ilmu tapi tidak bisa mengaplikasikan sama saja bohong, Tidak punya ilmu dan tidak mau bekerja, MAKA JANGAN HARAP BISA MERAIH SUKSES!!.
Kita harus mempunyai tujuan yang jelas, perencanaan yang matang, mencari dan menggali segala potensi diri, bekerja keras, tekun dalam meraih tujuan dan BERDOA, proses itu harus anda lakukan dengan ILMU, OTAK, DAN JIWA.

Orang yang punya tujuan yang jelas dan bisa merencanakan kehidupan secara matang, berarti orang itu adalah orang yang berilmu dan punya Otak serta berjiwa dan berkarakter yang jelas dan pasti.

Jika anda selalu RAJIN BERUSAHA dan TEKUN dalam meraih IMPIAN, maka bisa dipastikan kesuksesan akan dengan mudah kamu raih.

Seberapapun kecilnya nilai kesuksesan tersebut, kalau kamu menikmati dan merasakannya tentu akan membuahkan kebahagiaan dan kepuasan, itulah inti sebenarnya dari KESUKSESAN!!.

Buat apa mencari materi kalau kepuasan hidup terpinggirkan?? Ukuran SUKSES itu adalah BAHAGIA, KEPUASAN JIWA DAN KETENTRAMAN HATI.

Kesuksesan bermula pada saat kita menjaga pikiran agar tetap FOKUS pada hasil yang kita inginkan, bukan pada keterbatasan-keterbatasan kita.

Jika anda dapat membayangkannya, maka anda dapat mencapainya, Bila anda dapat MEMIMPIKANNYA maka anda dapat MEWUJUDKANNYA.

TUHAN telah menempatkan benih kesuksesan dalam tempat yang tepat ketika akan kita butuhkan, kesuksesan hidup dalam diri kita menunggu untuk BERSEMI, TUMBUH DAN BERBUNGA.

Kita bisa memulai dengan mengambil satu langkah kecil, Lakukan apa yang mampu kita lakukan hari ini, Ulangi kesuksesan dari langkah-langkah kecil tersebut setiap hari, Bukankah dari langkah yang kecil kita akan sampai juga pada garis akhir yang menjadi tujuan besar kita??.

Mulailah BERMIMPI, BELAJAR, BERENCANA DAN BEKERJA untuk apa yang anda inginkan hari ini. Potensi anda akan membuat ruang bagi pencapaian mimpi-mimpi anda, dan kesuksesan anda akan membawa nilai dan kesenagan bagi diri anda dan semua orang yang ada disekitar Anda.
Semoga bermanfaat kata kata motivasi hidup diatas bagi kita semua, jangan lupa share ke teman lainnya

Selasa, 15 Januari 2013

Belajar Sabar dalam Menghadapi Kesulitan




 
selasa, 15 januari 2013

Kesulitan atau penderitaan hidup tampaknya sudah menjadi 'sunatullah ' kehidupan ini. Tiada seorang pun di dunia ini yang tak pernah dihinggapi kesulitan atau penderitaan. Mustahil seseorang sunyi dari kesulitan itu. Yang berbeda adalah derajat kesulitan itu dan kesanggupan pribadi seseorang dalam menghadapinya.

Rasulullah saw pernah ditanya, "Siapakah yang paling berat ujiannya?," Nabi menjawab,"Para nabi, kemudian yang terbaik, lalu yang terbaik, seseorang mendapatkan (bala) ujian sesuai dengan kadar agamanya, bila agamanya kuat maka bertambah berat ujiannya, dan apabila agamanya dangkal, maka Allah mengujinya sesuai dengan kadar agamanya, seorang hamba tidak akan lepas dari ujian sampai ia berjalan di bumi dengan keadaan tidak berdosa."

Fakta telah menunjukkan bahwa manusia yang paling gampang shock, kaget, dan paling cepat goncang menghadapi kesulitan-kesulitan hidup adalah orang-orang yang tidak beriman kepada Allah, orang-orang yang ragu dan lemah imannya.

"Di antara manusia ada yang menyembah Allah dengn berada di tepi, maka bila ditimpa kebaikan ia merasa tenang, dan jika ditimpa fitnah ia membalikkan wajahnya (murtad) ia merugi di dunia dan akirat, itulah kerugian yang nyata." (QS. Al Hajj: 11).

Demikian itu karena mereka tidak beriman terhadap takdir Allah yang membuatnya rela, tidak mengimani Tuhan yang membuat tenang. Tidak pula beriman kepada para nabi sehingga dapat mene mukan keteladanan pada kehidupannya yang serba sulit, tidak mempercayai kehidupan akhirat yang menghembuskan udara segarnya yang dapat melegakan nafas, mengusir kesedihan dan membangkitkan harapan.

Orang yang mudah goyah dalam menghadapi cobaan dan ujian hidup ibarat perahu retak dan patah layarnya dihantam gelombang dan angin, sehingga gerakan ombak atau angin kecil saja, perahu itu akan goncang hebat dan miring, apalagi dikepung oleh gelombang dari perbagai penjuru tentu saja perahu itu akan segera tenggelam kedalam lautan yang dalam.

Kita sering temukan kasus bunuh diri justeru di lingkungan komunitas yang tidak peduli terhadap makna hidup beragama, dalam lingkungan masyarakat yang tidak lagi menegakkan norma-norma agama akan lebih banyak lagi ditemukan kasus-kasus yang mengerikan. Suasana akan menjadi kepedihan yang mematikan, duka cita yang mencemaskan dan kegelisahan yang mencekam dan kehidupan yang kehilangan makna. Sebab kesenangan yang ada hanyalah semu, penuh kepura-puraan dan kemunafikan.

Keteguhan Orang Beriman

Orang-orang beriman selalu sabar menghadapi bala' (malapetaka), paling teguh hatinya dan tegar menghadapi kesulitan hidup dan lapang dada. Dan tabah mengahadapi musibah, karena mereka tahu persis pendeknya umur untuk hidup di dunia dibandingkan keabadian di akhirat. Mereka tidak menginginkan surga sebelum surga yang sebenarnya.

"Katakanlah (wahai Muhammad) kesenangan dunia itu sebentar, dan akhirat itu lebih baik untuk orang-orang yang bertaqwa, dan kamu tidak akan dianiaya sedikitpun." (QS. Anisa' 77).

"Kehidupan dunia tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu." (QS. Ali 'Imran: 185)

Orang beriman mengetahui sunatullah (hukum alam) bahwa manusia itu akan diuji dengan nikmat kebebasan berkehendak dan menjadi kholifah di bumi sehingga mereka tidak menginginkan menjadi malaikat. Mereka tahu para nabi dan para rasul adalah manusia-manusia yang paling berat ujiannya dalam kehidupan dunia, paling sedikit menikmati kehidupan dunia, sehingga mereka tidak menginginkan lebih baik dari mereka dan dijadikannya sebagai teladan yang baik.
Al Quran mengatakan;

"Apakah kalian menyangka masuk surga, padahal kalian belum merasakan musibah yang telah menimpa orang-orang sebelum kalian, mereka telah ditimpa malapeteka dan kesengsaraan dan digoncangkan sampai rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya menyatakan, "Kapan pertolongan Allah tiba?" Katakanlah, "Sesungguhnya pertolongan Allah itu dekat." (QS. Al Baqarah 214)

Nikmat dalam Suka dan Duka
Musibah yang menimpa dalam hidup ini bagi orang yang punya iman bukanlah pukulan ngawur, akan tetapi sesuai dengan takdir dan qodho' yang telah digariskan, hikmah azali, ketentuan ilahi sehingga mereka yakin, bahwa apa yang akan ditimpakan tidak akan luput dan apa yang diluputkannya tidak akan menimpanya.
"Musibah yang terjadi di bumi dan pada diri kalian adalah ditentukan sebelum kami lepaskan, sesungguhnya hal itu mudah bagi Allah." (QS: Al Hadid 22).

Allah telah mentakdirkan dengan lembut dan halus, menguji dan meringankan. "Sesungguhnya Allah maha halus lembut terhadap sesuatu yang ia kehendaki, sesunggunya ia maha mengetahui dan bijaksana." (QS. Yusuf 100).

Di antara kelembutan Tuhan ialah bahwa musibah dan kesulitan adalah pelajaran yang berharga dan pengalaman yang bermanfaat bagi agama dan dunianya, mematangkan jiwanya, mengasah imannya dan menghilangkan karat hatinya.
Perumpamaan seorang mu'min yang ditimpa malapeteka yang berat seperti besi yang dimaksukan api hingga hilang kotorannya dan tinggal yang baik.

Itulah nikmat-nikmat yang terdapat pada setiap musibah yang menimpa manusia, sehingga seseorang mungkin perlu bersyukur kepada Allah disamping rela terhadap takdir dan sabar terhadap ujiannya.

Setiap musibah dunia itu kadang-kadang diganti dengan yang lebih baik, oleh karena itu sewaktu Yusuf as disuruh memilih antara dipenjara dan hina dengan wanita cantik yang menarik ia memilih penjara. "Wahai Tuhanku ! penjara lebih aku sukai ketimbang dari memenuhi ajakan mereka kepadaku." Itulah ratapan Yusuf pada Allah ketika menghadapi ujian berupa godaan wanita.

Di antara ajaran nabi kepada umatnya adalah do'a "Ya Allah janganlah engkau jadikan musibah pada agama kami dan jangan menjadikan dunia sebagai cita-cita kami yang terbesar dan akhir pengetahuan kami." (HR. Turmudzi).

Seorang mukmin selalu melihat nikmat yang telah diberikan Allah sebelum ia melihat nikmat yang akan diterimanya. Ia melihat petaka yang akan terjadi (di akhirat) disamping telah melihat petaka yang telah menimpa. Sikap ini menimbulkan kelapangan hati dan keridhoan. Bala (peteka) yang terjadi telah ia hindari dan kenikmatan yang telah diterima cukup banyak dan menetap.

Urwah ibnu Zubair seorang ahli fiqh dari kalangan tabi'in adalah teladan yang baik bagi orang mukmin yang sabar, ridho, menghargai nikmat Allah.

Diriwayatkan bahwa kakinya sakit kanker dan dokterpun memutuskan untuk diamputasi (dipotong) supaya tidak menjalar, lalu dokter memberinya obat bius supaya tidak terasa sakit. Namum ia berkata "Aku tidak yakin seorang mukmin mau minum obat yang menghilangkan kesabarannya sehingga tidak mengenali Tuhannya untuk itu potonglah kakiku." Merekapun memotong kakinya dan iapun diam tidak mengeluh.

Takdir telah menghendaki untuk menguji hambanya sesuai kadar imannya, di malam ia dipotong kakinya, seorang anak yang paling ia cintai jatuh dari lantai atas dan meninggal dunia. Orang-orangpun datang kepadanya dan menghiburnya, iapun berkata "Ya Allah, segala puji hanya untukmu, anak tujuh, dan kau ambil satu berarti masih kau sisakan enam. Sungguh bila Engkau mengambilnya, ya memang itu adalah pemberianmu dan jika engkau menguji dengan sakit, Engkau telah menyembuhkannya." 

Manisnya Pahala dan Pahitnya Kepedihan
Mengharap pahala dari Allah atas musibah yang menimpanya adalah kenikmatan ruhaniah lain yang dapat meringankan malapeteka. Pahala ini tercermin pada peleburan dosa-dosa betapun banyaknya, dan menambah kebaikan yang sangat dibutuhkannya. Dalam suatu hadist shahih disebutkan, "Kesusahan dan kegelisahan, kepayahan, sakit sampai duri yang melukai yang menimpa seorang muslim tidak lain kecuali Allah menghapus dosa-dosanya denganya."

Salah seorang shaleh, kakinya terluka namun ia tidak mengeluh kesakitan, bahkan tersenyum dan membaca inna lilahi wa inna ilahi raji'un lalu ditanya, "Kenapa tuan tidak mengeluh?" "Sesungguhnya manisnya pahala membuat aku lupa akan pahitnya rasa sakit," jawabnya menatap.
Itulah sesungguhnya sikap orang beriman ketika menghadapi bala', ujian dan musibah.

Nasihat Kasih Sayang Untuk Umat Islam dan Pembawa Panji Dakwah Salaf

Ditulis oleh: Syeikh Rabee bin Hadi Umair Al Madkhali

Bismillahi-r-rahmani-r-rahiim
Segala puji hanya milik Allah dan shalawat serta salam semoga dianugerahkan atas rasulullah, ahli bait dan para sahabat beliau serta orang yang mengikutinya.

Amma ba`du :
Sesungguhnya kita sekalian umat islam, sungguh telah dibedakan oleh Allah dari seluruh umat manusia, bahwasanya kita ini menegakkan amar ma`ruf nahi mungkar Allah berfirman: Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma`ruf, dan mencegah dari yang munkar (Ali Imran :110 )

Rasulullah bersabda: Barangsiapa diantara kalian melihat suatu kemungkaran maka ubahkan dengan tangannya, jika tidak sanggup maka dengan lidahnya dan jika tidak sanggup (juga) maka dengan hatinya, yang demikian itu adalah selemah-lemah iman.

Dan Allah telah membebankan kepada kita agar kita bisa menjadi orang-orang yang menegakkan keadilan. Allah berfirman: Wahai orang-orang yang beriman, jadilah kamu orang yang benar-benar penegak keadilan, menjadi saksi karena Allah biarpun terhadap dirimu sendiri atau ibu bapak dan kaum kerabatmu. (An Nisa : 135 )

Allah telah memerintahkan kepada kita untuk saling tolong menolong (kerja sama) untuk melakukan kebaikan dan takwa, dan melarang kita untuk saling tolong menolong untuk perbuatan dosa dan pelanggaran (melampaui batas). Allah berfirman: Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan taqwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. (Al Maidah : 2).

Allah telah memerintahkan jihad demi menyebarkan dan membela agama ini. Jihad dilakukan dengan pedang dan tombak, dan memerintahkan kita untuk berjihad dengan memberikan penjelasan, hujjah dan argumen, merupakan jihadnya para nabi semoga Allah menganugerahkan shalawat dan salam kepada mereka.

Allah telah memerintahkan untuk bersikap jujur dan selalu memilih kejujuran, dan melarang kita untuk berdusta dan memilih dusta. Rasulullah bersabda: Peganglah oleh kalian kejujuran, karena kejujuran itu membawa kepada kebaikan, dan kebaikan membawa ke dalam surga. Seseorang senantiasa jujur, dan memilih kejujuran sampai dia tercatat sebagai orang yang selalu jujur di sisi Allah. Dan jauhilah oleh kalian dusta, sesungguhnya dusta itu membawa ke maksiat, dan maksiat membawa ke dalam api neraka. Seseorang senantiasa berdusta, dan memilih kekedustaan sampai dia tercatat sebagai orang yang selalu berdusta di sisi Allah.

Allah memperingatkan kita dari prasangka bohong (buruk sangka), Rasulullah bersabda : Jauhilah oleh kalian prasangka, sebab prasangka itu adalah perkataan yang paling bohong.

Allah memerintahkan kita untuk bersaudara, menjaga persaudaraan; Rasulullah bersabda : Orang muslim adalah saudara muslim dia tidak mengkhianati temannya dan tidak membiarkannya (tanpa memberikan pertolongan). Setiap muslim atas saudaranya muslim diharamkan kehormatan, harta dan darahnya. Takwa itu berada di sini, cukuplah seseorang melakukan kejahatan dengan menghina saudaranya muslim. H.R Tirmizi ia berkata : Hadits hasan.

Rasulullah bersabda: Jangalah kalian saling dengki, saling membenci, saling membelakangi. Janganlah sebagian kalian menjual apa yang telah ditawar sebagian yang lain. Jadilah kalian sebagai hamba Allah yang bersaudara. Seorang muslim adalah saudara muslim, ia tidak menzolimi temannya dan tidak juga membiarkannya. Takwa itu berada di sini, beliau menunjuk dadanya tiga kali. Cukuplah seseorang melakukan kejahatan dengan menghina saudaranya muslim. Setiap muslim terhadap muslim yang lain diharamkan darah, harta dan kehormatannya. (H.R. Muslim).

Allah memerintahkan kita untuk memberikan nasehat. Rasulullah bersabda: Agama itu nasehat maka kami berkata, bagi siapa wahai rasulullah ? bagi Allah, Kitab-Nya, rasul-Nya dan para pemimpin kaum muslimin serta masyarakat umum.

Allah memerintahkan kita untuk menolong orang yang dizolimi dan orang yang melakukan kezoliman. Rasulullah bersabda -shallallahu `alaihi wa sallam-: Tolonglah saudaramu yang melakukan kezoliman dan yang dizolimi, seseorang berkata : wahai rasulullah saya akan menolongnya jika dia seorang yang dizolimi, lalu bagaimana saya menolongnya jika dia melakukan kezoliman? Rasulullah bersabda: kamu menahannya, atau menghalanginya dari kezoliman, maka hal itu adalah cara untuk menolongnya. (H.R. Bukhari).

Allah telah mengabarkan kepada kita sesungguhnya kezoliman itu adalah kegelapan pada hari kiamat Allah berfirman: Sesungguhnya Allah tidak menganiaya seseorang walaupun sebesar zarah, dan jika ada kebajikan sebesar zarah, niscaya Allah akan melipat gandakan dan memberikan dari sisi-Nya pahala yang besar. (An Nisa`:40 )

Rasulullah bersabda dalam hadits qudsi: Wahai hamba-hamba-Ku sesungguhnya Aku telah mengharamkan kezoliman terhadap diri-Ku, dan Aku telah jadikan kezoliman itu suatu hal yang diharamkan di antara kalian, oleh karena itu janganlah kalian saling menzolimi.

Allah telah mengharamkan ghuluw (sikap melampaui batas / ekstrem) dalam agama, Allah berfirman: Wahai Ahli Kitab, janganlah kamu melampaui batas dalam agamamu, dan janganlah kamu mengatakan terhadap Allah kecuali yang benar. (Al Maidah :77 )

Rasulullah bersabda: Jauhilah oleh kalian sikap ekstrem sesungguhnya hancurnya umat sebelum kalian disebabkan oleh keekstreman mereka dalam agama mereka.

Rasulullah bersabda : Janganlah kalian memuja-mujiku seperti orang nasrani memuja-muji Ibnu Marwam (Isa).

Allah telah mengharamkan ta`asshub (fanatik golongan), rasulullah bersabda : Barangsiapa yang berperang di bawah panji fanatik golongan, mengajak kepada fanatik golongan, atau berjuang untuk fanatik golongan, maka matinya adalah mati jahiliyah. (H.R. Muslim).

Syaikhul Islam Ibnu Timiyah berkata di majmu` fatawa jilid 28 hal : 16: Bukanlah haknya guru untuk mengelompok-kelompokan orang, dan melakukan apa yang menyebabkan terjadinya permusuhan dan kebencian atara mereka, akan tetapi handaklah mereka itu menjadi saudara-saudara yang saling tolong menolong atas melakukan kebaikan dan takwa, sebagaimana firman Allah: Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan taqwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Dan bertaqwalah kamu kepada Allah, sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya. (Al Maidah : 2)

Dan tidak seorang gurupun berhak untuk mewajibkan janji sumpah (baiat) kepada seseorangpun agar setuju terhadap setiap apa yang diinginkannya, mencintai siapa yang dicintainya, dan memusuhi orang yang dimusuhinya, bahkan orang yang melakukan tindakan seperti ini, maka ia sejenis tindakan Jingkiz Khan dan orang-orang semisalnya, hal mana mereka menjadikan orang yang setuju dengan mereka sebagai teman setia, dan orang yang menyelisihi mereka sebagai musuh bebuyut. Akan tetapi mereka dan pengikut mereka haruslah menjalankan janji Allah dan rasulullah, dengan mentaati Allah dan rasul-Nya, dan melakukan apa yang diperitahkan Allah dan rasul-nya, mengharamkan apa yang diharamkan Allah dan rasul-Nya, dan menjaga dan menghormati hak-hak guru sebagaimana yang diperintahkan Allah dan rasul-Nya. Kalau seandainya guru dari seseorang dizolimi hendaklah ia menolongnya, dan jika berbuat kezoliman ia tidak menolong guru itu atas perbuatan zolim, akan tetapi mencegahnya dari perbuatan kezoliman. Sebagaimana telah tetap di shahih dari rasulullah -shallallahu `alaihi wa sallam- bersabda : Tolonglah saudaramu yang menzolimi atau yang dizolimi ada yang bertanya wahai rasulullah saya akan menolongnya jika dia seorang yang dizolimi, lalu bagaimana saya menolongnnya jika dia melakukan kezoliman? Rasulullah bersabda : kamu menahannya, atau menghalanginya dari kezoliman, maka hal itu adalah cara untuk menolongnya (H.R Bukhari) (end).

Perkara-perkara ini, ciri khas yang agung dan pokok-pokok dasar yang lurus ini wajiblah ditegakkan oleh umat ini dan handaklah mereka betul-betul menjaganya baik secara individu, masyarakat, pemerintah dan rakyat, khususnya adalah para ulama dan thalabulilmi (penuntut ilmu agama), dan terkhusus bagi orang yang menggolongkan dirinya ke Ahli sunnah wal Jamaah.

Sesungguhnya dengan melanggar (melampaui batas) keseluruhan atau segelintir dari pokok-pokok di atas, maka akan timbul kerusakan yang besar di dunia dan agama, yang akan mengakibatkan terhapusnya pilar-pilar yang agung ini, nah dalam hal itu terdapat kejahatan yang berbahaya serta kerusakan yang besar.

Diantara perkara yang tidak dipungkiri oleh orang yang berakal, bahwa pelanggaran atau menganiayaan yang besar, kezoliman yang betul-betul jelek telah menimpa orang yang mengatakan perkataan benar, dan kebenaran yang ada pada dirinya tertolak pula ditambah lagi peremehan dan pelecehan terhadap dirinya. Sikap ini adalah suatu yang sangat dibenci dan dipungkiri, jikalau hal itu datang dari seorang kafir, apalagi kalau bersumber dari seorang muslim.

Maka wajiblah atas umat ini, khususnya pemuda-pemudanya, yang merupakan tulang punggung umat, agar menghormati kebenaran dan memuliakannya, dan hendaklah mereka merendahkan kebatilan serta membasmi pelakunya, siapapun orangnya. Dengan demikian Allah akan mengangkat martabat mereka dan memuliakan mereka, tapi kalau sebaliknya, maka itu akan mendatangkan mala petaka, kesesatan dan bencana serta kemurkaan dari Allah, dan mendapat sangsi di dunia dan akhirat, diantara sangsi itu adalah musuh dengan mudah menguasai mereka, sampai mereka kembali ke agama mereka yang benar, dan betul-betul berpegang teguh dengan agama itu, semoga Allah memberikan taufiq kepada semua kita untuk menjalankan apa yang diridhoi-Nya.

aminn..
hatur nuhun